- Katakanlah, aku berlindung kepada Allah yang mencipta manusia, memelihara, melengkapi hajat kebutuhan dan menjamin semua manusia
- Raja yang menguasai dan mengatur manusia
- Tuhan yang disembah oleh semua manusia
- Dari bahayanya waswas bisikan yang pasang surut, maju mundur
- Yang berbisik dalam hati perasaan dan pikiran manusia
- Dari jenis jin atau manusia. Yang dapat mempengaruhi manusia daripada taat kepada Allah dan rasul-Nya.
Disini kita akan berbagi tentang segala macam pengetahuan baik pengetahuan umum, agama, kesehatan, dll.
Tugas
- Agama
- Sepakbola
- Tips n Trik
- Tugas
Sepakbola
- Agama
- Sepakbola
- Tips n Trik
- Tugas
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Desember 2013
Tafsir ibnu katsir
Tafsir Surah Annaas
Senin, 02 Desember 2013
Rasulullah SAW
Assalamu’alaikum wr.wb
Segala puji
bagi Allah Swt yang telah memberikan kita karunia yang tak terhingga hingga
kini. Kaifa hal imanik, yaa akhii wa ukhtii ?? ( bagaimana kabar keimananmu ,
wahai saudar saudariku ?). Baik kan ?? Alhamdulillah semoga iman kita selalu
bertambah ea kawan ?? pada blog kali ini ane mau jelasin sedikit tentang cirri cirri
baginda Rasulullah Saw.
1. Wajahnya
laksana purnama
Seorang
lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra : “apakah wajah Rasul Saw seperti
pedang ?’’ (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak
penguasa kejam?). maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra : “ tidak … tapi bahkan
wajah beliau bagai bulan Purnama..”(kiasan tentang betapa lembutnya wajah
beliau yg dipenuhi kasih sayang). (HR Bukhari no 3359)
2. Wajah
yang paling indah
Minggu, 17 November 2013
Cara Makan Rasulullah SAW
CARA
MAKAN RASULULLAH SAW
Assalamu’alaikum wr.wb,
hai saudara saudariku seiman sebangsa setanah air (hehe agak lebay,…) apa kabar
hari ini ??? tentu kalian sehat kan ?? kali ini ane mau posting tentang
bagaimana junjungan kita baginda Rasulullah SAW makan dari awal sampai akhir. Yuuuk
kita simak tatacara Rasulullah SAW makan:
1. Posisi duduk saat makan
Abu
Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada
di dekat beliau, “Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” (HR Bukhari) Yang
dimaksud duduk sambil bersandar dalam hadits tersebut adalah segala bentuk
duduk yang bisa disebut duduk sambil bersandar, dan tidak terbatas dengan duduk
tertentu. Makan sambil bersandar dimakruhkan dikarenakan hal tersebut merupakan
duduknya orang yang hendak makan dengan lahap. Ibnu Hajar mengatakan, “Jika
sudah disadari bahwasanya makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang
utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua
lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan
dan menduduki kaki kiri.” (Fathul Baari, 9/452) Tentang duduk dengan menegakkan
kaki kanan dan menduduki kaki kiri terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan
oleh Abu Hasan bin al-Muqri dalam kitab Syama’il. Dalam riwayat itu dinyatakan,
bahwa duduk Nabi menekuk lututnya yang kiri dan menegakkan kaki kanan. Tetapi
sanad hadits ini didha’ifkan oleh al-’Iraqi dalam takhrij Ihya’ Ulumuddin, 2/6.
2. Membaca Basmalah
Dari
‘Umar bin [Abi] Salamah, bahwasanya ia mendatangi Rasulullah, dan di sisinya
ada makanan. Beliau bersabda: Sebutlah nama Allah
Ta’ala, makanlah apa yang ada di dekatmu. (Muttafaqun ‘alaih). Pentingnya tasmiyah
(membaca bismillah) ini kian jelas dengan petunjuk Rasulullah bagi orang yang
lupa membacanya. Disebutkan dalam satu hadits dari ‘Aisyah, ia berkata: Rasulullah bersabda, yang artinya: “Jika salah
seorang dari kalian akan makan, hendaklah menyebut nama Allah Ta’ala. Apabila
lupa menyebut nama Allah Ta’ala, hendaklah mengucapkan: ‘Bismillah
awwalahu wa akhirahu’.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi
dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani). Dalam masalah ini, hukum
membaca tasmiyah adalah wajib. Jika meninggalkannya
dengan sengaja, maka seseorang berdosa dan setan akan menyertainya dalam
hidangan tersebut, dan pasti, tidak ada seorang pun yang ingin musuhnya bersama
dia menyantap makanan miliknya. (Lihat Riyadhish-Shalihin. Syaikh
Muhammad al-’Utsaimin, 2/1051). Karena, di antara manfaat membaca tasmiyah,
ialah untuk menhindari campur tangan setan dalam makanan dan minuman yang
hendak dikonsumsi oleh seorang muslim. Sehingga ia
pun akan memperoleh keberkahan dengan makanan yang disantapnya. Jika menyantap
makanan atau menikmati minuman tanpa disertai membaca bismillah, berarti seseorang telah menyediakan rizki bagi Iblis
(setan). Rasulullah Rasulullah menceritakan: Iblis berkata (kepada Allah):
“Setiap makhluk-Mu telah Engkau terangkan rizkinya.
Mana rizkiku?” Allah menjawab: “Pada makanan yang tidak disebut nama-Ku
padanya”. (Lihat as-Shahihah, 708) Manakala tasmiyah
tidak diucapkan, maka setan melakukan “intervensi” kepada manusia. Sehingga berakibat, keberkahan makanan yang tengah disantapnya
tercabut. Yang pada gilirannya, bisa menyebabkan seseorang akan menghabiskan makanan maupun minuman yang lebih banyak dari
kebutuhan. Dari ‘Aisyah, ia berkata: “Nabi makan bersama enam sahabatnya.
Kemudian ada seorang Badui datang dan ikut makan (dengan) dua suapan (tanpa
membaca bismillah, Pen.)”. (Maka) Rasulullah
bersabda: ‘Seandainya ia mengucapkan bismillah, maka akan
menjadi cukup bagi kalian’. (Dishahihkan oleh Syaikh al-
Albani)
3. Makan dengan tangan kanan
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa utusan
Allah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Bila kamu ingin makan, harus kamu makan dengan tangan kanan, dan apabila hendak minum, minumlah dengan tangan kanan, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri." (Shahih Muslim) Sudah menjadi kebiasaan masyarakat timur untuk mendahulukan apapun perbuatan dengan tangan kanan, baik bersalaman, makan, menunjuk dan sebagainya jadi ketika kita mendengar hadits diatas bukanlah ia menjadi sesuatu yang janggal. Akan tetapi rata-rata masyarakat modern di zaman ini mulai makan dengan tangan kiri, baik di majelis-majelis resmi hingga makan di tempat-tempat ternama seperti di hotel-hotel besar. Akan tetapi Nabi berpesan agar makan menggunakan tangan kanan dan siapa yang makan menggunakan tangan kiri, mereka mengikuti praktek setan. Melihat peradaban barat yang menyuap makanan dengan tangan kiri malah itu juga diikuti oleh elit bangsa kita di majlis-majlis "high level", pasti ada hikmah mengapa Nabi melarang melakukannya.
"Bila kamu ingin makan, harus kamu makan dengan tangan kanan, dan apabila hendak minum, minumlah dengan tangan kanan, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri." (Shahih Muslim) Sudah menjadi kebiasaan masyarakat timur untuk mendahulukan apapun perbuatan dengan tangan kanan, baik bersalaman, makan, menunjuk dan sebagainya jadi ketika kita mendengar hadits diatas bukanlah ia menjadi sesuatu yang janggal. Akan tetapi rata-rata masyarakat modern di zaman ini mulai makan dengan tangan kiri, baik di majelis-majelis resmi hingga makan di tempat-tempat ternama seperti di hotel-hotel besar. Akan tetapi Nabi berpesan agar makan menggunakan tangan kanan dan siapa yang makan menggunakan tangan kiri, mereka mengikuti praktek setan. Melihat peradaban barat yang menyuap makanan dengan tangan kiri malah itu juga diikuti oleh elit bangsa kita di majlis-majlis "high level", pasti ada hikmah mengapa Nabi melarang melakukannya.
Rabu, 11 September 2013
Intisari ayat Al Qur'an
Brg siapa yg berserah diri kpd Allah Swt, dan dia berbuat baik, maka baginya ada pahala di sisi Allah dan tidak ada ketakutan dan kesedihan pada mereka ( QS Al Baqarah ayat 112)
Kamis, 05 September 2013
Intisari ayat Al Qur'an
Tidaklah menimpa musibah di bumi dan dalam dirimu, kecuali telah ditetapkn sebelum kejadiannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah ( Q.S Al Hadid ayat 22)
Senin, 02 September 2013
Kenapa meniup minuman dilarang ????
Alasan kenapa meniup minuman itu
dilarang
Kenapa Rasulullah SAW melarang
kita untuk meniup makanan/minuman yang masih panas ?? Mungkin itulah pertanyaan
awal saat kita mendengar hadits yang berbunyi
‘‘Hadits Abu Sa’id Al-Khudri
Radliyallah’Anhu, Bahwa Nabi melarang untuk meniup di dalam air minum.’’ (HR.
At-Tirmidzi no. 1887 dan beliau mensahihkannya).
Jadi meskipun masih panas kita dilarang oleh Rasulullah
untuk meniupnya, banyak masyarakat yang sudah mengetahui hadits ini tapi masih
enggan mengamalkannya karena terlalu lama menunggu sampai dingin, sudah lapar/haus,
ataupun karena belum mengerti alasan ilmiah kenapa dilarang. Untuk memberikan
ulasan secara ilmiah berikut penjelasaanya :
Ternyata saat kita meniup minuman yang masih
panas kita mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) sedangkan minuman mengandung air
(h2O) menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan
membentuk senyawa asam karbonat (H2CO3) yang bersifat asam. Seperti kita
ketahui bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH
(tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan penyangga)
dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3-
sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H20 <= H2CO3 => HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga (buffer) dalam darah
sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH
darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa
menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa,
yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah
terlalu banyak mengandung asam Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana
darah terlalu sedikit mengandung asam.
Kembali
lagi ke permasalahan awal, dimana minuman kita tiup, lalu karbondioksida dari
mulut kita akan berikatan dengan uap air dari minuman dan menghasilkan asam
karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan
menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari
seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan
istilah asidosis.
Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan
menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan
kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Jumat, 23 Agustus 2013
Intisari dari ayat Al Qur'an
Pada hari ini (kiamat), (bumi) menceritakan kabar kabarnya
(Q.S al zalzalah ayat 4)
(Q.S al zalzalah ayat 4)
Selasa, 20 Agustus 2013
Langganan:
Postingan (Atom)




